PKS Dorong Aktivasi Satgas Perlindungan Anak

Ketua BidpuanKK DPP PKS Wirianingsih (kiri) saat takziah ke kediaman keluarga korban kekerasan, P (9), di Kalideres, Jakarta Barat, Selasa (6/10).
JAKARTA (6/10) - Ketua Bidang Perempuan dan Ketahanan Keluarga (BidpuanKK) DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Wirianingsih melayat ke keluarga korban kekerasan anak, P (9) di Kelurahan Rawa Lele, Kalideres, Jakarta Barat, Selasa (6/10/2015).

Dalam kesempatan duka cita ini, anggota DPR RI periode 2009-2014 tersebut menyampaikan bahwa PKS mendesak pemerintah untuk menegakkan hukum seadil-adilnya kepada pelaku kekerasan terhadap korban

"Saya turut berduka cita atas kejadian yang menimpa putri Bapak. Semoga almarhumah diampuni segala dosanya dan pelaku kekerasan terhadapnya dapat segera ditindaklanjuti oleh penegak hukum," pesan Wirianingsih kepada ayahanda almarhumah, Asep Saepulloh.

Dalam kesempatan ini pula Wirianingsih memberikan dukungan kepada Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Asrorun Niam Sholeh yang mendampingi keluarga korban.

Wirianingsih mendukung langkah KPAI yang melakukan pendampingan psikis khususnya bagi ibunda korban. "Secara medis dan psikis, Ibunda terlihat masih terpukul atas kejadian ini. Kehadiran KPAI penting untuk menjaga kesehatan Beliau," tutur Pengurus Badan Musyawarah Organisasi Islam yang berpusat di Masjid Istiqlal ini.

PKS, Wirianingsih memaparkan, siap mendukung langkah KPAI untuk menggerakkan kembali Satuan Tugas (Satgas) Perlindungan Anak mulai dari tingkat RT/RW. "Harus ada pencanangan kembali gerakan perlindungan anak nasional perlindungan, mulai dari menteri, gubernur, sampai camat. Presiden yang harus instruksikan," tegas Wirianingsih.

Dalam kesempatan ini pula, Pemerhati Anak Seto Mulyadi menilai Revolusi Mental yang digaungkan Pemerintah harus mampu mengubah semua hal yang melanggar etika dan hukum.

"Termasuk mendirikan satgas untuk melaporkan pengaduan anak. Harus ada lembaga resmi yang fokus kepada anak, tidak bercampur dengan perempuan. Agar persoalan anak tidak melulu menjadi klaim antara ibu dan ayahnya," ujar Kak Seto.
Share on Google Plus

About Unknown

    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Post a Comment