DPR Desak Pemerintah Perkuat SDM Pariwisata

Anggota Komisi X DPR RI dari Fraksi PKS, Nurhasan Zaidi, bersama duta wisata.
Jakarta (17/9) - Anggota Komisi X DPR RI dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Nurhasan Zaidi mengatakan, Pemerintah belum optimal mengembangkan potensi pariwisata. Pemerintah seharusnya memperkuat sumber daya manusia (SDM) pariwisata, melebarkan jaringan dan fokus pada pemaksimalan di seluruh wilayah di Indonesia.
"Masih banyak hal mendesak yang harus segera dilakukan untuk menyambut tantangan sekaligus peluang dalam optimalisasi potensi wisata di seluruh wilayah Indonesia," kata Nurhasan, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (17/9).

Menurut Nurhasan, SDM Pariwisata Indonesia menjadi hal yang strategis untuk segera diperkuat baik dari segi jumlah maupun kompetensinya. Terkait hal ini, lanjut Nurhasan, perlu ada terobosan-terobosan dari Pemerintah dalam menjaring dan meningkatkan potensi SDM Pariwisata. Misalnya, tutur Nurhasan, dengan sertifikasi SDM pariwisata atau dengan menggandeng organisasi-organisasi pegiat pariwisata seperti Asosiasi Duta Wisata Indonesia (ADWINDO) yang saat ini sedang menggalakkan program “Everyone is Tourism Ambassador” dan masih banyak lagi organisasi sejenisnya.

"Uniknya dengan jargon tersebut dapat menggerakkan masyarakat secara masif untuk mempromosikan potensi wisata disekitarnya, karena pada akhirnya kita semua rakyat Indonesia bisa menjadi duta wisata dan pastinya sangat membantu Pemerintah dalam pelaksanaan tugas dan program-programnya.," ujar politisi dari daerah pemilihan (Dapil) Jawa Barat IX yang meliputi Sumedang, Majalengka dan Subang itu.

Selain itu, lanjut Nurhasan, hubungan pemerintah dengan pihak swasta serta lembaga swadaya masyarakat maupun komunitas-komunitas pelaku wisata dalam mengembangkan jaringan pengelolaaan dan pemanfaatan serta promosi potensi wisata di Indonesia, harus terus dibina dan dikembangkan. Menurut Nurhasan, dengan isu sentral Wonderful Indonesia harusnya dapat menyatukan visi, misi dan strategi seluruh stakeholder yang ada. Belum lagi, ujar Nurhasan, bila sekolah-sekolah dirangkul untuk membantu memberikan proporsi dan kontribusi dalam sosialisasi maupun promosi.

"Minimal di wilayahnya masing-masing yang terintegrasi dalam kurikulum muatan lokal maupun program kegiatan-kegiatan yang khusus diselenggarakan demi terwujudnya target Kementrian tersebut," imbuh Nurhasan.

Selanjutnya, masih kata Nurhasan, Pemerintah jangan hanya memprioritaskan pengembangan Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) saja dalam alokasi rencana kerja dan anggarannya pada tahun 2016, namun juga harus fokus pada majunya Kawasan Pengembangan Pariwisata Nasional (KPPN) di seluruh daerah yang sangat potensial menjadi destinasi wisata utama di Indonesia.

Sebagai contoh, lanjut Nurhasan, di Dapilnya sendiri seperti Subang banyak potensi wisata yang eksotis dan estetis, seperti wisata air panas di daerah Ciater, Tangkuban Perahu, hamparan kebun teh, potensi wisata agro dan budaya serta potensi lainnya, jika digarap secara profesional dan dikembangkan secara proporsional serta ditingkatkan aksesibilitas dan kelayakan sarana prasarananya, akan sangat membantu terwujudnya visi misi pemerintah dalam mengembangkan destinasi pariwisata yang berdaya saing, berwawasan lingkungan dan budaya dalam meningkatkan pendapatan nasional, daerah dan mewujudkan masyarakat yang mandiri.

"Belum lagi daerah-daerah yang memiliki potensi wisata namun belum tersentuh atau diketahui secara luas masyarakat. Semoga di tahun 2016 Indonesia dapat menjadi primadona wisata dunia yang membanggakan,” harap Nurhasan. Meski demikian, ungkap Nurhasan, Komisi X para prinsipnya memberikan apresiasi pada pencapaian dan rencana program Kementerian Pariwisata.
Share on Google Plus

About Unknown

    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Post a Comment